Book Review: Berjuta Rasanya by Tere-Liye .
Judul Buku : Berjuta Rasanya
Penulis : Tere-Liye
Penerbit : Mahaka Publishing
Tebal : 205 Halaman
Tahun Terbit: 2012
Harga: Rp 37,000 (http://tbodelisa.blogspot.com)
Rating: 4.5/5
"Kakeknya hanya benar satu hal. Hanya satu hal. Kalian
sama sekali tidak memerlukan mata untuk memandang cinta sejatimu. Tidak
memerlukan kelopak mata untuk mengenalinya. Ia selalu datang, tak
pernah tersesat."
Berjuta Rasanya berisi kumpulan cerita-cerita pendek yang mengisahkan tentang
berbagai macam pengalaman cinta. Seperti yang sering diucapkan oleh orang
bahwa, "Jatuh cinta itu berjuta rasanya"; demikian pula dengan
membaca kisah-kisah dalam buku ini. Saat membaca, kita dibawa merasakan
pengalaman cinta berbagai macam orang: ada yang tidak kunjung
mendapatkan jodoh karena kekurangan fisik, pengharapan yang salah kepada cinta,
cinta yang penuh pengorbanan, kisah cinta yang dilarang oleh orangtua, dan
berbagai cerita cinta lainnya. Lewat buku ini, kita disuguhi 15 cerita
pendek yang membawa kita merasa bahagia seperti
orang sedang jatuh cinta, namun juga sedih dan sakit seperti orang sedang patah hati.
orang sedang jatuh cinta, namun juga sedih dan sakit seperti orang sedang patah hati.
Oleh karena jumlah cerita yang cukup banyak, aku hanya akan menceritakan
sedikit tentang kisah-kisah yang menjadi favoritku dalam buku ini. Dari
15 kisah yang ada dalam buku ini, aku memilih 6 cerita yang benar-benar membekas
di hatiku, dan sungguh membuatku merasakan sejuta rasa dari cinta. Sesuai
dengan urutan cerita, favoritku yang pertama adalah cerita ke-5: Harga
Sebuah Pertemuan. Kisah ini terasa sedikit gelap
karena melibatkan pembunuhan; dan lewat kisah ini pula digambarkan tentang
seseorang yang akan melakukan
apa saja demi cinta. Ketika aku mendapati akhir dari cerita ini, aku sempat
dibuat menganga karena saking terkejutnya. Benar-benar sebuat twist yang
menarik. Kisah kedua yang aku paling sukai adalah
Mimpi-Mimpi Laila Majnun. Sepanjang cerita ini aku merasa sendu
dan mellow, karena turut
merasakan kesedihan sepasang kekasih yang dilarang oleh orangtua. Cerita
ini mengilustrasikan perasaan cinta yang begitu mendalam. Sebuah kisah cinta
yang sangat miris, membuat pembaca pun turut berduka saat membacanya.
"Apalah artinya diriku?/
Raja bukan, saudagar tidak, panglima jauh/
Apalah harga diriku?/
Bulan bukan, matahari tidak, angin belum, air pun jauh/
Aku hanyalah pengembara cinta/
Tersesat dalam perjalanan menyedihkan ini/
Aku tak tahu lagi harus melangkah ke mana/
Aku tak tahu
lagi//"
Selanjutnya adalah kisah ke-8: Kutukan Kecantikan Miss X.
Dibandingkan dua yang sebelumnya, mungkin kisah yang ini terasa lebih ringan,
bahkan bukan tidak mungkin adalah pengalaman kita sehari-hari. Cerita ini
mengisah
kan seorang pria yang jatuh cinta pada seorang wanita pada pandangan
pertama; melakukan apa saja agar setidaknya bisa menatapnya dari kejauhan. Akan
tetapi sama sekali tidak mempunyai keberaniaan untuk
mengajak bicara maupun menyatakan perasaan. Kisah ke-10 yang berjudul Kupu-Kupu
Monarch; Sebuah kisah yang sungguh amat menyayat hati ini
menggambarkan tentang pengorbanan cinta; dan betapa menyakitkannya ketika sang
kekasih hati dengan mudahnya mencintai orang lain. Benar-benar cerita
yang membuat kita merasakan pahit-manisnya sesuatu yang bernama cinta itu.
"Masalahnya,
apakah cinta itu? Apakah ia sebentuk perasaan yang tidak bisa dibagi
lagi? Apakah ia sejenis kata akhir sebuah perasaan? Tidak akan
bercabang? Tidak akan membelah diri lagi? Titik? Penghabisan?"
"Wahai wanita yang malang, kenapa kau tidak meminta kami menunjukkan
dengan nyata kejadian malam itu. Agar suamimu melihatnya. Agar gadis belibis
ini melihatnya."
Istri Fram berkata
lirih, tertahan, "Aku tidak ingin cintanya kembali karena dia merasa
berhutang budi."
Lily dan Tiga Pria Itu adalah sebuah kisah yang diceritakan untuk
memahami arti nasib. Sebenarnya ini adalah sebuah cerita yang sederhana,
tentang tiga orang yang mencintai satu perempuan yang sama. Dan setiap dari
mereka menerima nasib yang berbeda-beda; akan tetapi yang paling berkesan
adalah sesuatu yang sama sekali tidak terduga muncul di penghujung cerita. Dan
yang terakhir yang menjadi favoritku adalah cerita ke-14:
Pandangan Pertama Zalaiva. Sebuah kisah yang sederhana pula,
menceritakan tentang arti cinta yang selalu dipertanyakan oleh seorang anak
kecil kepada Kakeknya. Dan ketika sudah beranjak dewasa, ia mengecap
sendiri indahnya jatuh cinta; perasaan yang tidak perlu dilihat oleh mata, hanya perlu dirasakan
oleh hati.
sendiri indahnya jatuh cinta; perasaan yang tidak perlu dilihat oleh mata, hanya perlu dirasakan
oleh hati.
"Kakek, apakah cinta itu memberi, seperti yang selalu Kakek lakukan
saat memberi makan ayam-ayam?"
"Tidak. Karena
kau selalu bisa memberi tanpa sedikit pun memiliki perasaan cinta, tetapi
kau takkan pernah bisa mencintai tanpa selalu memberi."
Baca kisah-kisah cinta lain dalam Berjuta Rasanya.
Jujur saja, sebenarnya aku bukanlah penggemar kumpulan cerita pendek. Sudah beberapa
kali aku membaca kumpulan cerpen dan hasilnya selalu tidak pernah puas; karena
aku merasa cerita pendek tidak bisa membuatku terikat dengan
karakter-karakternya, dan juga setiap cerita tidak bisa ditelusuri terlalu
dalam karena keterbatasan halaman. Menurutku secara pribadi, kekuatan dari
sebuah cerita pendek adalah ketika ada sebuah twistyang tidak
terduga pada akhir cerita. Hal inilah yang cukup sering kutemui dalam
buku Berjuta Rasanya; membuat buku ini terasa memuaskan bagiku.
Dan juga, lewat beberapa kisah yang singkat dalam buku ini, aku berhasil dibuat
emosional; seperti yang biasa aku rasakan saat membaca novel-novel Tere-Liye
yang lain.
Buku ini tidak hanya berisi cerita-cerita mellow dan sendu
seperti yang aku tuliskan di atas; tetapi ada juga kisah yang imajinatif
tentang cinta. Salah satu yang cukup berkesan adalah penciptaan Cintanometer
dan Love Ver.
7.0; diceritakan lewat kehidupan masa depan, saat orang-orang sudah terlalu sibuk dan tidak sempat untuk
7.0; diceritakan lewat kehidupan masa depan, saat orang-orang sudah terlalu sibuk dan tidak sempat untuk
menjalin hubungan cinta. Orang-orang sudah terlalu malas untuk menyatakan
cinta, sehingga diciptakanlah Cintanometer tersebut (untuk kegunaan
lengkapnya, silahkan baca sendiri ceritanya :p).
Overall, aku sangat menyukai buku ini, meskipun ada sedikit rasa kecewa
karena aku tidak bisa mengenal
setiap karakter lebih dalam seperti yang aku dapatkan saat membaca
novel-novel Tere-Liye. Itulah sebabnya aku
hanya bisa memberi rating 4.5, hanya karena selera pribadiku yang bukanlah
penggemar cerita pendek. Jika setiap cerita pendek yang ada dalam buku ini
diperdalam menjadi sebuah novel, sepertinya akan sangat menarik :p
Secara keseluruhan, buku ini menyenangkan, menyedihkan, dan berjuta rasa lainnya. Dengan membaca buku ini, aku dibuat mengerti perasaan-perasaan orang yang sedang jatuh cinta :)
Secara keseluruhan, buku ini menyenangkan, menyedihkan, dan berjuta rasa lainnya. Dengan membaca buku ini, aku dibuat mengerti perasaan-perasaan orang yang sedang jatuh cinta :)
sumber: thebookielooker


Comments
Post a Comment